DARI KUMPI JIDAN SILAT BESI BERKEMBANG DI DESA BELENDUNG

TANGERANG,SATELITKOTA.COM – Marhali Sang Legenda Besi adalah cerita lokal masyarakat Kota  Tangerang. Sekarang cerita tersebut ditulis dan di angkat menjadi sebuah film semi documenter. Media audio visual atau film dengan mengangkat tema kelokalan ini bertujuan untuk melestarikan kekayaan budaya lokal Betawi. Besi sendiri merupakan salah satu seni bela diri asli Betawi yang berlandaskan nilai-nilai agama islam. Hal itu diungkapkan Ibnu Maulana, salah satu pemeran Marhali di Film dokumenter tersebut.

“Besi harus dibarengi dengan amal-amalan ibadah, dengan begitu Besi dapat dikuasai secara sempurna, sesuai amanah dari para pendahulu kita,” kata Ibnu, generasi ke-3 (tiga) pewaris Besi Betawi, H. Marhali.

Pada masa lalu, lanjut Ibnu, Besi merupakan salah satu ilmu andalan para pemuda Betawi yang hingga kini menjadi cerita turun temurun di masyarakat. Katanya, para pesilat Besi sangat disegani sesama pesilat dari aliran lain. Namun Besi amat sederhana dan sangat indah, sehingga dibalik keindahan serta kesederhanaannya tersimpan kekuatan serangan yang sangat penuh arti dan sulit terbaca lawan. Semua gerakan dalam Besi tidak ada yang bersifat sia-sia. Dan yang lebih penting lagi, para pesilat Besi tidak boleh menyombongkan diri.

“Pesilat Besi tak boleh sombong dan harus rendah hati, disitulah kunci kekuatan Besi,” terangnya.

Menurut Ibnu, setelah menggali asal muasal Besi diketahui pendiri utama besi yaitu Kumpi Jidan, Ia seorang pelayar. Kemudian di turunkan ke Lie Ceng Oek dan selanjutnya kepada Marhali yang menjadi satu satunya murid seorang muslim serta pribumi pada masanya.

Namun, sambungnya, Silat Besi Betawi dikembangkan Marhali di Belendung yang dahulu lebih dikenal dengan sebutan Ceper Belendung diperkirakan selama 25 tahun.

“Sekitar 25 tahun Marhali di Belendung, jadi saya kurang tahu persis bang, berapa tahun dia mengajar Besi. Cuma sepengetahuan saya, dia pindah ke belendung ketika sudah berumur 65 tahun, dan meninggal diusia 90 tahun. Sebelumnya dia mengajar Besi di Dadap, karena dia sendiri asli Dadap, muridnya yang paling terkenal yaitu Hasbullah dari Petukangan,” tandasnya, Rabu (13/9).

Silat Besi disamping sebagai ilmu bela diri, Besi memiliki makna sebagai jati diri asli budaya anak bangsa serta memiliki khidmat sosial kemasyarakatan yang mendalam dan penuh arti sekaligus menjadi ciri khusus budaya Betawi.(HEL)

Related posts

Leave a Comment