ZAKI BERHARAP SEMINAR K3 MAMPU WUJUDKAN PERUSAHAAN YANG SEHAT

FOTO: Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar (tengah)

TANGERANG,SATELITKOTA.COM – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Tangerang, bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang, selenggarakan kegiatan seminar bertajuk “K3, Investasi atau Biaya bagi Perusahaan” pada Senin 27 November 2017 di Hotel Ibis Gading Serpong, Tangerang.

Kegiatan dihadiri dan dibuka secara langsung oleh Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar. Kegiatan juga dihadiri Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif, dan Kepala Disnaker Kabupaten Tangerang, Janarji.

Hadir pula perwakilan PT Angkasa Pura II Achmad Rifai, serta Staf Khusus Gubernur Banten (Tim Percepatan Pembangunan Banten) A Jazuli Abdillah, dan Direktur Pengawasan Norma K3 Kemenaker RI Drs Herman Prakoso Hidayat MM, dipandu moderator Tessy Novani.

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, seminar ini dapat memberikan cerminan para pengusaha dalam berinvestasi biaya bagi perusahaan, tentunya mewujudkan perusahaan yang sehat dalam pengelolaan secara managementnya.

Ditegaskannya, Pemkab Tangerang sangat memberikan apresiasi terhadap perusahaan yang mampu mengelola secara baik dalam management demi membangkitkan perusahaan yang kecil untuk lebih baik.

Kapolresta Tangerang, AKBP HM Sabilul Alif SIK mengungkapkan, pihaknya bersama HIPMI mendorong perusahaan untuk menerapkan K3, sesuai UU No 1 tahun 71 tentang kewajiban bagi perusahaan untuk mengutamakan Keselamatan, Kesehatan, Ketenagakerjaan, agar wajib menerapkan pada perusahaannya.

Sementara Ketua HIPMI Kabupaten Tangerang, M. Kholid Gani mengatakan, pihaknya sangat berterimakasih kepada seluruh undangan dan narasumber sekaligus sponsor yang sudah memberikan kontribusi dalam mensukseskan acara seminar  ini.

“Tentunya berkat kerjasama antara pengusaha lebih sinergi dalam menciptakan iklim usaha yang lebih maju dalam investasi di perusahaan,” kata Kholid.

Paparan menarik disampaikan Tim Percepatan Pembangunan Provinsi Banten, A. Jazuli Abdillah bahwa soal pekerja jangan dilihat hanya dari sudut pandang ekonomis, tapi juga dari perspektif kemanusiaan (HAM) dan agama.

“Semua agama mengajarkan keselamatan dan kesehatan, terlebih agama Islam sangat melarang sikap saling merusak, melukai, mencinderai, yang membahayakan diri dan orang lain, bahkan ada sebuah hadits Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa barang siapa yang membahayakan diri orang lain, ia akan dibahayakan oleh Allah SWT. Dalam konteks ini relevan pada sektor industri yang melibatkan banyak manusia sebagai pekerja harus benar-benar memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungannya,” terang Presidium KAHMI Banten ini.

Dalam Islam, kata Jazuli, program perlindungan sosial melalui K3 juga relevan dengan salah satu tujuan Maqosidu Syari’ah yaitu Hifdzul Nafs, menjaga diri atau jiwa dan Hifdzul Maal, menjaga harta atau pendapatan. Dalam konteks ini Gubernur Banten kini sangat konsen dan besar perhatiannya.

“Makanya soal K3 ini juga relevan dengan misi Gubernur, yakni bidang kesehatan dan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih, terutama di bidang pengawasan ketenagakerjaan yang alih wewenangnya sesuai UU 23 Tahun 2014 baru efektif 2017 ini. Bayangkan, untuk mengawasi hampir 15 ribu perusahaan dengan jumlah pengawas kurang dari 80 orang,” pungkas Jazuli.(HEL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.