SENIMAN KARINDING BANTEN AJAK SISWA MENGENAL SENI BUDAYA MELALUI ROADSHOW

TANGERANG,SATELITKOTA.COM – Kelompok Seniman Karinding Banten mengadakan Roadshow Workshop Karinding di SD Negeri Tobat 4, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Jumat (9/2/).

SDN Tobat 4, merupakan salah satu sekolah yang pertama menjadi sasaran dalam kunjungan roadshow di wilayah tersebut. Dewan Kesenian Banten (DKB), didukung Bank Indonesia bekerja sama dengan beberapa Komunitas di Provinsi Banten diantaranya; Rumah Balada Indonesia, Saung Ki Laksa, Karinding Pinggir Kota, Kontemporer Jawilan, Karinding Balaraja, dan Bangbung Hideung Gemawirahma Jayanti.

Diketahui, Karinding merupakan alat musik tradisional yang terbuat dari bambu, cara bermainnya dengan dipukul sehingga menghasilkan getaran dan kemudian disalurkan melalui rongga mulut. Tidak banyak orang yang mengetahui alat musik ini, sehingga masih terbilang unik walaupun alat musik Karinding sudah ada sejak 1500 tahun yang lalu.

Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan pelestari, bukan hanya alat musiknya tetapi juga manusianya. Betapa pentingnya menanamkan jiwa seni kepada generasi muda adalah tanggung jawab bersama. Demikian diungkapkan Capcay Saepulloh, Ketua Umum Dewan Kesenian Banten, kepada Satelitkota.com, Jumat (9/2).

“Penanaman wawasan Seni dan Budaya harus ditanamkan sejak usia dini. Maka dari itu kita menargetkan Sekolah Dasar untuk kegiatan ini,” katanya.

Lanjut Capcay, kegiatan ini dinamakan Gerakan Seni Tradisional (Gesit). SDN Tobat 4 Balaraja merupakan kegiatan yang ke-13 di Provinsi Banten.

Sementara Muklis, salah satu pelopor Workshop Karinding Nusantara mengatakan, seusai kegiatan ini diharapkan para peserta mampu membuat dan memainkan Karinding.

“Kegiatan ini akan terus berlanjut di sekolah-sekolah se-Indonesia. Maka kalau bukan kita yang peduli, alat Karinding ini pasti akan punah,” tutur Muklis.

Pantauan Media Online Satelitkota.com, kegiatan ini berjalan lancar dan penuh khidmat. Antusiasme dan rasa keingintahuan siswa terhadap alat musik tersebut nampak begitu besar. Sekitar 200 siswa-siswi dari SDN setempat yang menjadi peserta dalam kegiatan tersebut.(HEL/SAY)

Related posts

Leave a Comment