MENGENAL SOSOK IYAN ‘SANG’ PENCIPTA MARS KOTA TANGERANG

TANGERANG,SATELITKOTA.COM – Iyan S. Wiradinata, pria kelahiran Bandung, Jawa Barat 72 tahun silam ini merupakan seorang seniman pencipta Mars Kota Tangerang. Namun banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa Kota Tangerang memiliki mars, apalagi mengetahui penciptanya.

“Warga Kota Tangerang Siap Membangun Bangsa. Nuansa agama tetap lekat memberi makna dalam tatanan kehidupan yang berbudaya”.

Kutipan di atas merupakan sepenggal lirik Mars Kota Tangerang yang diciptakan Iyan. Kepada wartawan Media Online Satelitkota.com, baru-baru ini, Iyan bercerita tentang awal mula sebelum terciptanya Mars Kota Tangerang di tahun 2003. Ia mengaku pernah membuat Mars Kabupaten Tangerang di tahun 1987 Silam.

“Pada waktu itu zaman Pak Tadjus Sobirin menjabat Bupati Tangerang, sebelum beliau pensiun, dia tersentuh dan kemudian lagu saya di-Perdakan,” ungkap Iyan.

Kemudian saat Wahidin Halim menjabat, lanjut Iyan, beliau tertarik dan juga meminta untuk diciptakan Mars Kota Tangerang. Mars yang ia ciptakan untuk Kota Tangerang pada tahun 2003 juga di-Perdakan.

“Saya buat mars itu sebelum Pak Thamrin pensiun dan digantikan oleh Pak Wahidin Halim, waktu itu Pak Wahidin menjabat dan lagu saya di-Perdakan,” tutur Iyan.

Lebih lanjut, pensiunan PNS golongan 4 ini menjelaskan, proses penciptaan Mars Kota Tangerang tak membutuhkan waktu lama, hanya lima menit. “Ketika proses merekam itu semuanya meminta saya untuk sekalian membuat lagunya. Alhamdulillah, itu sesuatu yang luar biasa, lima menit bisa selesai dan semuanya kaget luar biasa,” terangnya.

Menurut dia, sebuah lagu merupakan karya intelektual dan tak bisa diciptakan sembarangan.
“Sebuah lagu merupakan karya seni dan budaya yang intelektual. Saya sebagai seniman tentu harus mengangkat seni secara betul-betul dan tak sembarangan,” tegasnya.

Iyan juga mengaku sebagai salah seorang pendiri Dewan Kesenian Tangerang (DKT) pada tahun 2000 dan menjabat ketua DKT periode 2008-2013. “Mungkin karena kecintaan saya pada dunia seni. Saya salah satu pendiri DKT bersama Abah Mustaya dan Pak Wedha. Saya juga ketua DKT periode 2008-2013, orang-orang bilang majunya DKT itu karena Pak Iyan, padahal tidak juga,” ucap Iyan, seraya tersenyum.

Kini, pria yang telah malang-melintang di dunia kesenian dan pendidikan di tangerang ini hidup dengan kesederhanaan. Kediamannya kini di wilayah Cadas Sepatan, Kabupaten Tangerang. Beberapa harta bendanya seperti Rumah dan mobilnya dijual karena kebutuhan ekonomi. Tak hanya itu, pajak dan STNK sepeda motornya pun hampir habis dan belum mampu perpanjang lagi.

“Sekarang saya tinggal di Cadas, kalau dulu saya tinggal di Cimone cukup lama. Tapi belum lama ini anak-anak didik saya datang menengok, mungkin karena simpati,” ujarnya lirih.

Dirinya yang pernah mengajar di Sekolah Pendidikan Guru dan Sekolah Pendidikan Kesehatan pada tahun 1981 hingga 1982 ini banyak menelurkan seniman dan budayawan, termasuk tenaga pengajar.

“Kalau anak didik saya itu banyak yang sukses dan tak terhitung jumlahnya. Ya, salah satunya itu Pak Abduh Surahman, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang yang sekarang ini,” katanya.

Kendati demikian, pria yang kini telah memiliki 14 cucu dari 5 orang anaknya ini merasa sedih lantaran belum memiliki penerus di bidang kesenian yang ia geluti semasa hidupnya. “Sedihnya itu walaupun murid saya banyak, tetapi saya belum punya penerus. Kalau cucu sih ada yang bisa main piano,” tutur Iyan diiringi senyuman kecil.

Meski demikian, ia merasa cukup puas karena di usia senjanya masih diberikan kesempatan untuk berkontribusi di dunia seni yang ia cintai. “Sebegitu cintanya saya di dunia seni dan pendidikan, Alhamdulillah masih dikasih umur,” pungkasnya.(HEL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.