ASISTEN VIRTUAL SIMBAH CIPTAKAN MAHASISWA INDONESIA BERJAYA DI PBB

YOGYAKARTA, SATELITKOTA.COM –Kemampuan menciptakan aplikasi digital putra bangsa Indonesia semakin diakui di tingkat global. Kali ini Ajang Asia-Pasific Youth Leadership, Innovation and Entrepreneursnhip SDGs Startup Awards yang diadakan oleh United Nations Development Programme (UNDP) di Beijing, 2018, menjadi pembuktian kemampuan putra bangsa tersebut.

Aplikasi Simbah Digital Farmer (Simbah) karya Mujiyanto, mahasiswa Magister Teknik Informatika Universitas Amikom Yogyakarta berhasil secara gemilang merebut juara satu sebagai karya paling inovatif.

Aplikasi inovatif Mujiyanto berhasil menyisihkan karya-karya peserta lain dari negara-negara perwakilan UNDP di Asia dan Pasific. Simbah Digital Farmer ciptaan Mujiyanto menjadi Star Up aplikasi pintar dalam mengatasi masalah pertanian.

Aplikasi Simbah memiliki kemampuan Natural Language Processing (NLP) & Artificial Intelligence (AI) yang menjadikan media interaktif layaknya asisten virtual bagi para petani mencari solusi dalam memecahkan masalah pertanian.

Dengan aplikasi Simbah, petani dapat bertanya melalui voice connection system yang akan dikonversi menjadi bentuk teks atau cukup mengirim foto. Pertanyaan akan dilanjutkan ke sistem untuk mendapatkan jawaban-jawaban yang dibutuhkan. “Simbah merupakan asisten virtual yang didedikasikan untuk petani di Indonesia,” ujar Mujiyanto, Selasa (7/8/2018).

Visi ke depan, tambah Mujiyanto, Simbah menjadi  aplikasi artificial intelligence atau kecerdasan buatan pertama di Indonesia, bahkan di dunia. Simbah  akan dapat menjawab secara otomatis pertanyaan-pertanyaan petani.

Suki petani asal Boyolali, Jawa Tengah, telah membuktikan manfaat Simbah. Aplikasi ini telah membantunya dalam mengatasi masalah pertaniannya. Suki tidak perlu jauh-jauh menemui pakar untuk bertanya masalah yang dihadapinya. Kini dirinya memiliki asisten pribadi untuk menjawab permasalahannya.

UNDP, penyelenggara ajang kompetisi ini merupakan organisasi khusus yang dibentuk Persekutuan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membantu meningkatkan pembangunan negara-negara berkembang. [ARK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.