PEMKAB PASANGKAYU GELAR FESTIVAL BUDAYA KAYUMALOA

FOTO : Kepala Disbudpar Pasangkayu I Nyoman Suandi dan Sekretaris Daerah Pasangkayu H. Firman membahas pelaksanaan Festival Budaya Kayumaloa, Jumat (7/9/2018)

SULBAR,SATELITKOTA.COM – Bila Tangerang punya Festival Cisadane dan Festival Al Azhom, maka Pemerintah Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, akan menggelar Festival Budaya Kayumaloa pada tanggal 8 dan 9 September 2018.

Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa kepada Satelitkota.com, Jumat (7/8/2018) melalui keterangan tertulis mengatakan, festival ini merupakan agenda yang akan dilaksankan saban tahun oleh Pemkab Pasangkayu. Diharapkan festival ini menjadi ajang promosi pengembangan destinasi wisata yang akan berdampak secara ekonomi kepada masyarakat.

“Festival Budaya Kayumaloa baru tahun ini digelar, diharapkan mampu menarik banyak wisatawan berkunjung ke Pasangkayu,” harap Agus.

Sekretaris Daerah Pasangkayu H. Firman menuturkan, Festival Budaya Kayumaloa dipusatkan di Dusun Kayumaloa, Desa Polewali, Kecamatan Bambalamotu. Festival ini antara lain berupa perlombaan permainan tradisional perahu kantiting race dan gerobak japi.
Festival dimulai dengan prosesi penyambutan tamu menggunakan kuda berjoget (sayyang patuddu) dan parade peserta lomba sekaligus pembukaan acara yang dipusatkan di Pantai Koa-Koa Kayumaloa.

Panitia memperkirakan jumlah peserta lebih dari 35 gerobak japi dan 27 perahu katinting. Mereka perwakilan dari 12 kecamatan dan 59 desa 4 kelurahan di seluruh Pasangkayu.

Firman berharap even pariwisata itu dipromosikan secara luas agar makin banyak diketahui masyarakat dari luar daerah. Disbudpar Pemkab Pasangkayu diminta bekerjasama dengan instansi terkait seperti Dinas Komunikasi dan Informatika serta Bagian Humas untuk mempromosikan Festival Budaya Kayu Maloa secara luas.

Kepala Disbudpar Pasangkayu I Nyoman Suandi menambahkan bahwa Festival Kayumaloa bertujuan mempromosikan objek wisata di kabupaten paling utara Sulbar ini. Juga untuk mengangkat kearifan lokal masyarakat Pasangkayu.

Katinting dan gerobak merupakan alat transportasi tradisional sekaligus sebagai alat yang dipergunakan untuk mengais rezeki bagi masyarakat Pasangkayu sejak dahulu kala. Zaman dulu orang yang memiliki gerobak japi setara memiliki mobil pada zaman sekarang.

Dulu kalau ada acara peminangan itu memakai gerobak. Jadi dahulu kalau memiliki gerobak japi, kita sudah bisa bangga. Demikian juga dengan perahu katinting bagi para nelayan, sambung I Nyoman Suandi.
Festival Kayumaloa akan memberikan hadiah uang tunai dengan total Rp31 juta bagi para peserta lomba. Tidak hanya itu panitia penyelenggara juga menyediakan trophy bagi para juara.[AK]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.