MONIK, BOCAH KECIL INI SELAMA 9 TAHUN BERJUALAN KERUPUK

Begini suasana malam hari saa Monik, bocah kecil ini menemani ibunya berjualan mangkal di sekitaran komplek Bumi Mas Raya, Kelurahan Cikokol, Kota Tangerang.
Begini suasana malam hari saat Monik, bocah kecil ini menemani ibunya berjualan mangkal di sekitaran komplek Bumi Mas Raya, Kelurahan Cikokol, Kota Tangerang.

KOTA TANGERANG,SATELITKOTA.COM – Disaat anak-anak sebayanya hanya asyik bersekolah dan bermain, bocah 9 tahun ini justru harus banting tulang keliling kampung  dan komplek perumahan sambil berjualan kerupuk menemani sang ibu tercinta yang cacat tidak bisa melihat. Demi untuk menafkahi keluarga, Monik sejak kecil sampai sekarang usianya 9 tahun setia menemani ibunya berjualan kerupuk.

Dialah Monik, bocah cilik penjual kerupuk yang biasa ‘mangkal’ di sekitaran blok D5, perumahan Bumi Mas Raya, Cikokol, Kota Tangerang. Monik yang masih duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar di salah satu sekolah swasta di kampung kelapa, Kelurahan Cikokol, Kota Tangerang.

Monik mengaku mulai dari sore pukul, 17.00 sampai menjelang malam pukul, 23.00 harus rela berjualan kerupuk di tikungan sekitaran komplek perumahan Bumi Mas Raya, meski tanpa penerangan lampu yang cukup. Hanya diterangi dengan lampu kecil dengan bertenaga batu batari biasa.

“Iya pak saya setiap hari berjualan disini, sampai malam,” ujarnya dengan setengah malu kepada wartawan berita online SATELITKOTA.COM, (20/18).

Kata Monik, kebayakan yang membeli kerupuk dagangannya ini yaitu para pengguna jalan yang melintas di jalan komplek. Keuntungannya berjualan tidak menentu kadang laku kadang masih tersisa banyak. Meski demikian Monik ingin tetap bisa bersekolah seperti anak lainnya. Monik,  bercita-cita ingin membahagiakan kedua orang tuanya yang tidak bisa melihat, meskipun tak jarang rasa litih dan rasa kantuk menggelayuti bocah ini saat malam tiba.

Setiap hari katanya, hanya membawa kerupuk sebanyak 20 kantong sampai 40 kantong plastik yang sudah dibungkus rapih. “Bapak dan ibu saya tidak bisa melihat. Jadi saya harus menemani ibu berjualan,” tegasnya. (MED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.