SEMINAR PENDIDIKAN PENGUATAN KARAKTER LITERASI BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

FOTO : Suasana saat seminar pendidikan yang diadakan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UMT.

TANGERANG,SATELITKOTA.COM – Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UMT melaksanakan acara Seminar Pendidikan dengan tema “Penguatan Karakter Literasi Bahasa dan Sastra Indonesia di era Digital”. Seminar ini, menurut Haerudin, merupakan rangkaian kegiatan semarak Bulan Bahasa 2018 yang diadakan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UMT.

“Seminar ini dihadiri oleh 450 peserta mahasiswa semester satu sampai semester tujuh, guru dan pemerhati pendidikan” ujarnya selaku ketua pelakasana, di Gedung JiwaSraya, Cikokol, Kota Tangerang, Selasa, (16/10).

“Seminar yang menghadirkan sastrawan Internasional, Indonesia juga dunia, Taufiq Ismail sebagai pembicara pertama. Beliau merupakan sastrawan Indonesia yang telah melahirkan karya-karya sastra yang luar biasa,” lanjutnya.

Selain itu pakar-pakar bahasa dan sastra Indonesia seperti Dr. Zulfardi Darussalam, M.Pd. yang mengisi di sesi dua. Beliau merupakan dosen Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Padang. Sesi ketiga oleh Nori Anggraini, S.Pd., M.A sebagai pembicara ketiga. Beliau merupakan dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UMT. Sesi keempat disampaikan oleh Dr. Agus Sulaeman, M.Pd. Beliau merupakan dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UMT, papar Haerudin.

Agus Sulaeman, selaku pembicara, menuturkan, pelaksanaan seminar ini dilatarbelakangi oleh asumsi bahwa mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di era global dituntut memiliki kompetensi dalam bidang Bahasa dan Sastra. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia erat kaitannya dengan budaya literasi yang sedang digalakkan oleh pemerintah. Membudayakan literasi kepada seluruh masyarakat Indonesia akan berdampak positif pada masyarakat untuk memiliki wawasan dan pengetahuan yang lebih luas.

“Tujuan seminar ini menumbuhkan gerakan literasi Bahasa dan Sastra Indonesia dalam menguatkan karakter bangsa Indonesia di era digital, memberikan paradigma kepada mahasiswa penguasaan bahasa dan kesusastraan dalam mencetak generasi baru berkarakter dan berkepribadian luhur dan memiliki wawasan luas mengenai kebahasaan. Selain itu juga, Seminar ini dilaksanakan sekaligus untuk memperingati Bulan Bahasa yang jatuh setiap bulan Oktober sebagai wujud kecintaan kita sebagai bangsa Indonesia terhadap Bahasa dan Sastra Indonesia, serta berharap agar dapat di implementasinya oleh para mahasiswa nantinya saat mereka menjadi guru,” pungkasnya kepada wartawan berita online satelitkota.com. (MED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.