SYAHRONI: FKB, ANGGOTA DPRD KOTA TANGERANG YANG MULTI TALENTA

FOTO : Syahroni, dengan kesederhanaannya saat dijumpai di rumahnya.

TANGERANG,SATELITKOTA.COM Syahroni, anggota DPRD Kota Tangerang, yang sudah dua priode pada dua daerah pemilihan yang berbeda dan tidak pernah ada kursi PKB sebelumnya. Yakni pada Pemilu 2009-2014 dapil Cipondoh-Pinang. Hal yang sama juga terjadi pada Pemilu 2014-2019 di dapil Cileduk, Larangan dan Karang Tengah.

Saat ini Syahroni masih aktif menjadi anggota DPRD Kota Tangerang dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sekarang ia lagi nyacaleg DPRD Provinsi Banten Priode 2019 -2024 di daerah pemilihan Banten enam yang meliputi wilayah Kecamatan Cipondoh, Pinang, Cileduk, Larangan dan Karang Tengah. Bernomor urut dua dengan jelas ditulis H.SYAHRONI.SPd, MSi.

Pasalnya, sebuah kesuksesan tidak terjadi begitu saja. Dia mengatakan, perjalanan panjangnya yang penuh liku. Katanya, sejak kecil, ia tidak tinggal bersama orang tuanya, melainkan di asuh oleh neneknya yang menopang hidup hanya dengan menjadi pedagang kecil-kecilan di kampunya.

“Sejak usia lima tahun saya tinggal bersama nenek. Nenek sayalah yang memberikan pendidikan. Luar biasa! Dari mengaji dan sekolah di Madrasah Diniyah Al Wasatiyah (sekarang Ponpes Al Wasatiyah ) asuhan Kh. Romli Mugni di Kampung Dongkal,” ujarnya kepada wartawan berita online satelitkota.com, (26/18).

Setiap hari harus rajin, katanya, mencangkul disawah sampai berternak kambing dan kerbau ia lakukan. Disela kesehariannya disawah dan berternak, nenek tak sungkan terus menggemblengnya dengan memberikan keterampilan lainnya seperti menjahit. “Saya bisa menjahit juga karena nenek yang ngajari,” paparnya.

Semangat belajarnya terus berkobar, meski hidup dalam serba kekurangan pada waktu itu.  “Ada uang atau tidak saya tetep pergi ke sekolah,” imbuhnya.

Menurutnya masa-masa yang paling sulit yakni pada saat ia harus mengikuti pendidikan di PGA Jakarta. Karena jarak yang jauh dan ongkos yang minim, katanya, hampir tiap hari ia harus puasa karena tidak punya uang untuk jajan. “Buat ongkos aja kurang,” katanya.

Ia mengungkapkan hampir saja, tidak bisa menyelesaikan pendidikan di PGA. Karena mahal, beratnya biaya. Kalau ongkos kurang katany,a ia sering menumpang bus pegawai yang hendak melewati Cipondoh atau Cileduk. Sesampainya ditujuan, dari Cileduk seringkali ia harus menempuhnya dengan berjalan kaki untuk sampai ke Cipondoh Makmur. “Jaraknya hampir tujuh kilo,” keluhnya.

Keterampilan dan keingin tahuannya serta semangat belajarnya sudah tertanam sejak kecil. Maka tak heran, beragam pekerjaan pun pernah ia lakoni. Mulai dari bertani, menjahit, service motor, elektronik, listrik. Dan jadi guru di majlis ta’lim, selama 10 tahun, serta di sekolah formal selama dua tahun.
Menurutnya, ia tidak menduga kalau ternyata pelajaran menjahit sampai mengantarnya menjadi  orang seperti saat ini. Prestasinya di dunia usaha pun terbilang bagus, dan berkembang cepat. Dalam kurun waktu 15 tahun sudah banyak aset yang dimiliki. Tentu, itu semua karena keahlian dan kejujurannya.

“Keahlian dan kejujuran adalah dua kata yang mirip degan mata uang, apabila hilang satu maka menjadi tidak berarti,” teranganya.

Berbekal pendidikan agama, pergaulan yang luas, dan luwes dalam bersikap membuatnya mudah dikenal dan diterima masyarakat. Sejak remaja ia sudah aktif dibanyak perkumpulan. Dari pengurus OSIS di sekolahnya sampai pengurus remaja masjid IKRAR (Ikatan Remaja Masjid Raudahatussalam), serta aktif di lingkungan, pernah  menjadi pengurus RW. Aktif di Banom NU.

Diketahui, sejak di Tsanawiyah sudah menjadi anggota BANSER Cipondoh sekitar tahun 1987.
Ia tidak pernah berhenti mengabdi untuk NU, sejak tahun 1990 sudah menjadi pengurus PC IPNU (Red: waktu Kota Tangerang belum pemekaran). PC. GP ANSOR Kota Tangerang.
PW. GP ANSOR Banten.Wakil ketua PCNU Kota Tangerang sampai saat ini.
Menjadi pengurus MUI Kecamatan Cipondoh. Aktif di Koperasi. Ketua umum  alumni lintas angkatan PGAN Jakarta, sampai saat ini (APGARI) yang anggotanya tersebar se Indonesia.
Kini ia menjadi anggota DPRD, silaturrahimnya kian tambah luas. Hampir tiap kecamatan di kunjunginya. Lantaran tuganya, yang kadang harus mewakili ketua PCNU yang kebetulan berhalangan hadir. Seringkali juga mendampingi ketua PW.GP. ANSOR saat hadir di Kota Tangerang. “Karena saya juga pengurus ANSOR Banten,” imbuhnya.

Menurutnya ia, harus selalu ada di tengah tengah masyarakat, kegiatan ngopi dengan tukang ojeg, makan nasi uduk bareng. Hadir di perkumpulan remaja. Hadir di majelis ta’lim, ditempat tahlil saat ada yang kena musibah tanpa harus di undang.Taraweh keliling menjadi imam dan mengisi kultum dari masjid ke masjid. Menjadi khotib dari masjid ke masjid. Memimpin tahlil saat di minta. Aktif di sepak bola. “Karena hobi sepak bola dan punya SSB Cimak FA dan Cipondoh Putra. Hobi lainnya, gowes sepeda,” terangnya.

Sosok Syahroni, seolah dapat diterima dimana-mana. Dari kalangan tua dan muda. Deket juga dengan para guru, lantaran, pernah juga menjadi guru. Menjadi pengurus NU membuatnya deket dengan para Ustz maupun Kiai.

Baginya, menjadi anggota DPRD adalah menambah ibadah sosial, dengan membantu orang, mempermudah urusan masyarakat.  Tidak semua orang melakukannya. Tapi, ia lakukan dengan senang hati. Katanya, ia inget masa-masa waktu hidup susah, “Ketika ada yang menolong betapa bahagianya. Apalagi saat orang itu kena musibah,” pungkasnya.

Sungguh betapa berharga dan mulia doa orang-orang miskin dan anak yatim. “Selain do’a ibu yang berkaromah,” tegasnya, seraya mohon do’a, agar selalu amanah dalam mengemban tugas. Agar dapat terus bisa memfasilitasi, mempermudah, mempermurah setiap urusan masyarakat, supaya tercipta masyarakat yang sehat, cerdas dan sejahtera. Aamiin. (MED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.