FESDRAK UMT LIBATKAN DOSEN DAN MAHASISWA BERMAIN DRAMA

FOTO : Salah satu grup teater peserta FESDRAK UMT.

TANGERANG,SATELITKOTA.COM – Festival Drama Antar kelas Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Program Studi Pendidikan Guru Anak Usia Dini (PG AUD)  Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Tangerang, disingkat FESDRAK UMT, adalah program kegiatan yang menjadi bagian Ujian Akhir Semester (UAS) untuk mata kuliah Pendidikan Seni Drama.

Menurut Madin, FESDRAK ini sebagai bagian dari perkuliahan. “Program ini merupakan penerapan hasil belajar baik secara teoritik maupun praktik yang diterima mahasiswa di dalam kelas,” ujarnya selaku dosen pembimbing materi kepada wartawan berita online satelitkota.com, (22/12/2018).

Mata kuliah Pendidikan Seni Drama  memang meliputi materi ajar berupa konsep drama, bentuk-bentuk pentas, pengetahuan dasar pemeranan, pengetahuan dasar  penyutradaraan, pengetahuan unsur artistika dan nonartistika dalam pementasan drama,  keterampilan menganalisis naskah drama, dan keterampilan menilai pementasan drama, serta keterampilan mementaskan naskah drama, paparnya.

Kata Madin, FESDRAK UMT tidak berhenti hanya sekedar bagian dari perkuliahan. “FESDRAK UMT adalah peristiwa kesenian, tapi juga sebagai aktivitas dan kreatifitas seni yang diharapkan mampu menciptakan karya seni bermutu khususnya seni drama (teater) yang berlandaskan pada nilai-nilai luhur budaya bangsa Indonesia. Mereka juga melakukan penggalian nilai-nilai estetika pada bentuk pentasnya,” lanjunya.

Pasalnya, pada sisi lakon (cerita) FESDRAK UMT menjadi ruang asah kepekaan mahasiswa terhadap fenomena sekitar, lingkungan masyarakatnya. FESDRAK UMT juga menjadi ajang apresiasi seni drama bagi pelaku, penikmat dan pecinta seni drama. FESDRAK UMT tidak sekedar hiburan, melainkan tontonan yang memberi tuntunan pencerahan dan pencerdasan.

“Yang membuat pelaksanaan FESDRAK #11 UMT semester ini lebih menarik dan berpotensi lebih berkualitas adalah keterlibatan dosen di setiap kelas (grup) teater peserta Fesdrak,” imbuh Madin.

Senada dengan Madin, memang, melalui kebijakan Dekan FKIP UMT, Enawar,  dosen-dosen yang mengajar di Prodi PGSD dan PG PAUD dihimbau untuk terlibat dalam persiapan dan pementasan teater yang dilakukan oleh mahasiswa semester V di dua prodi itu.

“Setiap kelas minimal satu dosen terlibat sebagai pemain tetapi bukan tokoh utama dan tidak boleh menjadi sutradara. Karena prinsipnya yang berkreasi dan berperan aktif mestilah mahasiswanya,” ujar Enawar.

Kebijakan melibatkan dosen dalam kelas teater ini, menurut Pak Dekan, bukan sekadar uji kemampuan berakting antara dosen dengan mahasiswa, tetapi sejatinya agar dosen juga tahu, paham, dan langsung merasakan bagaimana proses kreatif mencipta karya seni (pentas drama) yang dilakukan oleh mahasiswa.

Di samping itu, keterlibatan dosen dalam proses kreatif mahasiswa itu juga merangsang dosen untuk berkreasi dan berapresiasi seni. “Mengingat dosen yang kreatif lah yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan (proses belajar mengajar) khususnya di FKIP UMT,” pungkasnya.

Diketahui FESDRAK dilaksanakan sejak 21 – 22 Desember 2018, dan diikuti oleh sembilan grup teater masing-masing mementaskan judul naskah drama yang beragam dipentaskan dengan apik di Sanggar Sitihinggil, Tanah Tinggi.(MED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.