DPRD MINTA REVISI SOAL KEBIJAKAN PENGELOLAAN SITU CIPONDOH

FOTO: Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangerang, Turidi Susanto saat sambutan

TANGERANG,SATELITKOTA.COM – Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangerang, Turidi Susanto menyayangkan perihal pengelolaan Kawasan Wisata Situ Cipondoh yang saat ini menjadi kewenangan pusat.

Pasalnya, menurut Turidi, hal tersebut akan berdampak pada pengembangan wilayah di sekitar kawasan wisata yang menghubungkan dua kecamatan yang ada di Kota Tangerang.

“Ya, tidak bisa pemerintah mengembangkan wilayah danau cipondoh, seperti jalan eretan yang menghubungkan antara Kecamatan Cipondoh dengan Kecamatan Pinang. Itu tidak bisa dibangun,” ungkap Turidi, saat menghadiri kegiatan Sarasehan dan Doa Bersama akhir tahun 2018 yang diselenggarakan Forum Wartawan Tangerang (FORWAT), pada Jumat (28/12) petang.

Saat ini, lanjut Caleg Dapil Cipondoh Pinang ini, kawasan wisata tersebut berada di bawah pengawasan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) Direktorat Jendral (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Seharusnya ada kebijakan khusus untuk danau cipondoh terkait wewenang pemberdayaannya, bisa diserahkan ke Pemkot Tangerang. Sehingga kawasan itu dapat dibangun dan dikembangkan sebagai obyek wisata unggulan di Kota Tangerang,” jelasnya kepada Satelitkota.com, usai acara.

Kendati demikian, dirinya berharap agar Ditjen SDA Kementerian PUPR segera membuat terobosan yang nyata soal pembangunan di danau cipondoh. “Kalau memang anggarannya tidak memadai, maka sebaiknya diserahkan ke Pemkot Tangerang,” tegasnya.

Ia juga berharap agar kebijakan pusat terkait pengembang dan pengelolaan pembangunan danau cipondoh dapat direvisi. Dengan demikian, pihaknya siap mendorong Pemkot Tangerang untuk memaksimalkan pembangunan obyek wisata di wilayah tersebut.

“Kami DPRD Kota Tangerang dalam hal ini saya selaku ketua komisi yang merupakan daerah pemilihan di cipondoh dan pinang akan mendorong dan menganggarkan pembangunan obyek wisata dan pemanfaatan danau sebagai rekreasi ungggulan di Kota Tangerang,” tandasnya.

Dalam kegiatan refleksi akhir tahun 2018 yang bertajuk Peran Media dalam Mengawal Program Pembangunan Kota Tangerang Tahun 2019 ini juga dihadiri Kabag Humas Pemkot Tangerang, Felix Mulyawan sebagai nara sumber.

Dalam prolog singkatnya, Felix membeberkan Visi Pemkot Tangerang lima tahun kedepan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, berakhlakul karimah dan berdaya saing. Ia juga menjelaskan Misi Pemkot Tangerang yang disebut sebagai Misi Trilogi Karya di antaranya.

– Bersama mengembangkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan mutu pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial dengan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan berintegritas.

– Bersama meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana kota yang berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan.

– Bersama meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang mandiri dan berkeadilan.

“Intinya kita ingin sama-sama mencintai kota ini menjadi kota sejahtera, kota yang memiliki budaya akhlakulul karimah, bukan sekedar slogan dan juga kota yang berdaya saing,” paparnya.

Sementara terkait pelimpahan aset kabupaten ke kota, Felix enggan berkomentar. Sebab menurutnya, hal itu bukan menjadi kewenangannya. “Soal 56 aset itu saya tidak ingin komentar,” katanya, dalam acara yang turut dihadiri Ketua Komisi I DPRD Kota Tangerang, Agus Setiawan dan Kabag Humas Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Abdul Rachim di Sekretariat Forwat.

“Kami harap rekan media tetap terus bersinergi. Kami tidak pernah membatasi teman-teman media untuk menggali informasi. Memang terkadang saat teman media butuh informasi kami tidak bisa temui karena rapat, saya harap teman-teman memaklumi ketika itu terjadi,” pungkasnya. (HEL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.