STRATEGI BERKARYA HADAPI PEMILU 2019, CALEG DIMINTA TURUN KE BAWAH

Partai Berkarya yang dijuluki sebagai Partai Nol Koma (Parnoko)

FOTO: Istimewa

FOTO: Istimewa

JAKARTA,SATELITKOTA.COM – Partai Berkarya yang dijuluki sebagai Partai Nol Koma (Parnoko), pada Sabtu (12/1/2019), menyikapi hasil survei terakhir LSI dan surveyor lainnya di Pemilu 2019 melalui keterangan tertulis.

Dalam keterangan tersebut, Ketua DPP Partai Berkarya, Badaruddin Andi Picunang menjelaskan, siapapun presiden terpilih pada Pilpres 2019 mendatang, semua partai berharap para calegnya terpilih di Pileg 2019 yang bersamaan pemilihannya di Pemilu 2019. Tidak terkecuali Partai Berkarya, yang masih dijuluki Parnoko.

Menurut ia, walaupun sejumlah surveyor masih menempatkan Partai Berkarya di posisi hampir buncit, namun semangat kader baik pengurus maupun caleg untuk lolos Parlemen Tresshold (PT) 4% masih membara dan bahkan yakin terlewati. Oleh karena itu, disisa waktu 90 hari sebelum masa tenang, Partai Berkarya menghimbau dan mengajak pengurus/caleg di semua tingkatan khususnya caleg DPR RI untuk fokus turun ke bawah (turba).

Adapun tindakan turun ke bawah di antaranya:

1. Memasang alat peraga Partai Berkarya yang masif se-Indonesia.

2. Membentuk dan atau penguatan tim kab/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan sebagai cikal bakal tim TPS.

3. Evaluasi kegiatan door to door minimal 200 tokoh di setiap Dapil.

4. Evaluasi kegiatan door to door minimal 30 ribu Rumah Tangga dengan target 100 ribu suara di setiap Dapil.

5. Program Temu Publik tujuh (7) titik per bulan dan uji struktur di setiap DAPIL.

6. Tim media dan sosmed untuk mengatur ritme opini dimaksimalkan.

7. Menghitung dan mengawal suara, baik manual maupun digital.

Untuk caleg DPRD Kabupaten/Kota dan Provinsi pun juga menyesuaikan.

Dengan tujuh langkah di atas, lanjutnya, diharapkan Partai Berkarya lolos PT 4% (minimal suara nasional 8 juta) dan Insya Allah dapat mendudukkan 1 caleg jadi, di setiap dapil di semua tingkatan. Dan pada Pemilu 2024, Partai Berkarya akan mengajukan Presiden. Pada Pemilu 2019, Partai Berkarya tidak mengajukan, tetapi hanya menjadi partai pendukung paslon Prabowo Sandi paslon nomor urut dua.

“Lolos Pileg adalah yang utama, dan Pilpres hanya bonus. Jangan sia-siakan kesempatan yang telah diberikan oleh para pendiri dan pejuang lolosnya Partai Berkarya menjadi peserta Pemilu 2019,” tegasnya dalam keterangan pers. “Berkarya menang rakyat makmur,” imbuhnya. (HEL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.