PEMENTASAN SENI TEATER MENJADI HIBURAN ALTERNATIF KAUM MILENIAL

FOTO : Pementasan Dalam Ruang Terbatas oleh Komunitas Bangun Teater

TANGERANG,SATELITKOTA.COM – Setiap momen pertunjukan kesenian teater di Gedung Kesenian Kota Tangerang selalu disambut dengan meriah oleh remaja. Baru-baru ini baru saja rampung pertunjukan teater dari Komunitas Bangun Teater membawakan lakon yang berjudul “Dalam Ruang Terbatas” naskah ditulis oleh Aan Sugiantomas, dan sebagai sutradara Panji Nurhakim. Lagi-lagi giat seni ini seperti ibarat kegiatan sebagai perayaan, ajang berkumpulnya para pelaku seni teater dan pelaku seni lainnya.

Menurut sang sutradara, Panji Nurhakim, bagun teater merupakan wadah bagi mereka yang ingin belajar mengenal dan menyelami wilayah teater. Bangun teater adalah komunitas yang baru lahir, berdiri di bulan September 2018. Atas inisiasi dirinya setelah banyak berbincang dengan para pelajar di SMAN 4 yang notabene adalah anggota komunitas, kemudian lahir sebuah karya pementasan teater.

Lakon ini menurut Hakim, bercerita tentang kehidupan seorang yang mendadak berubah menjadi “idealis” setelah ia dipindahkan ke sebuah daerah karena ulahnya di kota yang suka terima “sogokan.” Perubahan karakter Guru Dukri yang menjadi idealis kemudian memunculkan konflik yang dalam bagi hidupnya. “Ini adalah garapan atau produksi perdana,” ujarnya.

EB Magor, Ketua Komite Teater DKT mengaku bangga dengan teman-teman komite teater yang telah banyak meluangkan waktu dan tenaganya demi terwujudnya peristiwa kesenian yaitu pertunjukan teater. “I love you temen-temen teater, kalian telah dengan semangat menyulap gedung kesenian ini menjadi ruang pertunjukan demi terlaksananya pementasan untuk komunitas bangun teater,” singkatnya.

Madin, selaku Plt. Ketua DKT mengatakan, sudah lebih dari 15 tahun gedung kesenian tangerang ini secara berkala mengadakan apresiasi peristiwa kesenian yang selalu dipadati oleh kaum milenial. Dewan Kesenian Kota Tangerang (DKT), terus konsisten menyelenggarakan giat seni dalam hal ini secara khusus komite teater Dewan Kesenian Kota Tangerang. DKT memiliki kewajiban mengadvokasi, memfasilitasi dan memberikan pemberdayaan kepada seluruh sanggar-sanggar, grup-grup kesenian dan lainnya.

“Termasuk pada kanal-kanalnya yakni ada teater pelajar, teater kampus, teater buruh dan teater umum,” ujar Madin, kepada wartawan media online Satelitkota.com, (11/3). Lanjutnya, karena itulah kami sangat mengapresiasi komunitas bangun teater dengan karyanya yang didedikasikan untuk apresiasi menurut kami amatlah sangat penting buat semua.

Pantauan Satelitkota.com, mulai dari seniman tradisi maupun modern, berkumpul disini. Bahkan, sekarang tak hanya melulu kaum tua saja, orang-orang muda terus bergiat. Salah satunya Mayang Santika Dewi, Ketua Komunitas Teater Pelajar Tangerang (K’Tapel). Perempuan bertubuh bongsor ini menuturkan, sudah sangat sering menonton pertunjukan teater, selain hobi, sekaligus untuk berwisata disini. Selain Mayang ada juga Shau Lauw, seorang WNI yang sudah belasan tahun sebagai pelajar di negeri orang merasa kangen dengan pertunjukan Indonesia.

Tidak sedikit masyarakat yang juga menikmati hadir pada kemeriahan peristiwa seni ini dihadiri juga oleh para guru, Kepala SMAN 4 Kota Tangerang, Lilik Kusmaya, dan hadir juga Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Tangerang, Rina Hernaningsih.

Untuk diketahui, pementasan seni teater ini menjadi hiburan alternatif kaum milenial, jika anda salah satu masyarakat yang ingin merasakan keseruan, keseriusan, muda-mudi Kota Tangerang pada giat seni yang bisa menjadi pilihan wisata! Tentu datang saja ke Gedung Kesenian Kota Tangerang.(MED) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.