PEMBUNUH SOPIR ANGKOT DI TANGERANG LIMA TAHUN BURON

Rifky (22), pelaku pembunuhan sadis lima tahun silam ini harus rela mendekam di balik jeruji besi

TANGERANG,SATELITKOTA.COM – Rifky (22), pelaku pembunuhan sadis lima tahun silam ini harus rela mendekam di balik jeruji besi dengan ancaman 15 tahun penjara. Rifki berhasil diringkus polisi pada 13 Maret 2019 lalu, setelah 5 tahun menjadi buron di kampung halamannya, Desa Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung.

Hal itu diungkapkan Kapolsek Tangerang Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Ewo Samono, saat konferensi pers di Mapolsek Tangerang, Senin (18/3/2019).

Menurut Ewo, peristiwa pembunuhan itu terjadi di pom bensin Pengayoman, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, samping Tangerang City (TangCity) mall lima tahun lalu. Korban bernama Febi yang merupakan sopir angkot itu terkapar dan menghembuskan nafas terakhir, setelah dadanya dihujam pisau oleh pelaku.

Usai peristiwa yang terjadi 1 Mei 2014 silam itu, kata Ewo, pelaku yang juga seorang sopir angkot ini melarikan diri ke kampung halamannya di Lampung. Pelaku sangat lihai dan licin, sambung Ewo, sehingga menyulitkan pihaknya membekuk sopir angkot B.02 jurusan Ciledug-Cikokol tersebut.

“Pelaku tidak bekerja seorang diri menghindari pengejaran dari kepolisian selama lima tahun,” ucapnya dalam jumpa pers. “Pelaku lari ke kampung halamannya di Lampung. Selama pelarian, pelaku ini pindah-pindah ke beberapa tempat,” ujarnya menambahkan.

Ia menjelaskan bahwa pihak keluarga pelaku turut andil membantu pelarian Rifki dengan menyampaikan pernyataan palsu hingga menyesatkan petugas dalam pengejaran. Bahkan menurutnya, keluarga pelaku sampai menerangkan bahwa pelaku sudah meninggal karena kecelakaan.

“Dalam upaya pencarian, pihak kami sempat disesatkan oleh keluarga pelaku, bahwa pelaku sudah meninggal dunia. Ini untuk menutupi supaya tidak dilakukan pencarian,” tuturnya. Hingga kemudian pengejaran menemukan titik terang, lanjut Ewo, saat petugas gabungan berhasil memborgol pelaku di kediamannya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pemicu pembunuhan itu dipicu hal sepele. Pelaku dan Feby, asal Magelang, bertengkar karena rebutan penumpang di depan Tangcity Mall.

“Masalah awalnya karena rebutan penumpang jurusan Cikokol-Ciledug. Korban sempat memukul pelaku dan pelaku langsung marah ambil pisau yang ada dipinggangnya. Seketika menusuk dada sebelah kiri korban dan langsung meninggal dunia,” jelas Ewo.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat pasal UU RI Nomor 23 tahun 2002 dan atau pasal 338 KUHP dan atau 351 ayat (3) KUHP tentang perlindungan anak dan atau pembunuhan dan atau penganiayaan berat yang mengakibatkan meninggal dunia.

“Ancaman hukumannya adalah 15 tahun penjara atau denda Rp 3 miliar,” kata Ewo menandaskan. (HEL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.