DI TANGERANG, RIBUAN SISWA SMP BERSAING JADI YANG TERBAIK

Dinas Pendidikan Kota Tangerang kembali menggelar kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN)

TANGERANG,SATELITKOTA.COM – Dinas Pendidikan Kota Tangerang kembali menggelar kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) di dua koordinator wilayah (korwil) lingkup Kota Tangerang.

Diikuti sebanyak 1.854 atlet dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri maupun swasta ini saling unjuk kebolehan menjadi yang terbaik menuju ajang di tingkat Kota Tangerang.

Kegiatan seleksi yang dilaksanakan pada 20 hingga 21 Maret 2019 ini dimeriahkan dengan berbagai keterampilan siswa dalam acara pembukaan di Lapangan Ahmad Yani Korwil 1, dan Sekolah Harapan Bangsa Korwil 2, Kota Tangerang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Abduh Surahman mengatakan, O2SN merupakan satu dari tiga program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam mengakomodir keahlian siswa.

“Jadi tiga kegiatan ini mengakomodir 8 kecerdasan dalam kegiatan pendidikan di sekolah masing-masing yang dicanangkan Kemendikbud. Nah sementara ini seleksi O2SN dulu di tingkat korwil,” kata Abduh, usai pembukaan di Sekolah Harapan Bangsa, Modernland, Kota Tangerang, Rabu (20/3/2019).

Seleksi yang diperlombakan dalam turnamen O2SN mencakup 11 cabang olahraga yang di antaranya seperti karate, catur, renang, sepak bola, bola voli, bulu tangkis, hingga pencak silat.

Sementara lokasi kegiatan yang menjadi venue seleksi berada di Lapangan Sukun, Padepokan Pencak Silat Modernland, Lapangan Ahmad Yani, GOR Dimyati dan Kolam Renang Banjar Wijaya, Sekolah Harapan Bangsa, SMPN 16 dan SMPN 13.

Menurut Abduh, perlombaan ini sebagai ajang seleksi para peserta didik dalam upaya mencetak atlet profesional, dengan mengembangkan bakat siswa, mengembangkan rasa percaya diri, serta tanggung jawab untuk mengedepankan sikap sportifitas.

“Sistem pendidikan kita ini masih belum masif untuk membina siswa dan mengembangkan bakatnya di bidang apapun termasuk bidang olahraga,” ujarnya.

Dengan demikian, dirinya mendorong dan menyarankan para peserta didik yang belum mendapat keterampilan secara masif, untuk segera masuk ke klub-klub sehingga bisa menekuni keahlian yang dimilikinya.

“Saya dorong untuk masuk ke klub-klub, supaya keterampilan yang dikuasai kelak menjadi kehidupan di masa yang akan datang,” ucapnya.

Sebab kata Abduh, bila para peserta didik telah memiliki keterampilan, nantinya bisa bermanfaat dan dapat membanggakan ketika siswa tamat dari sekolah.

“Jadi jangan mikir besok kerja di mana, tetapi manakala kemampuan atlet yang dimiliki sekalipun hanya catur kalau ditekuni terus-menerus maka besok bisa hidup melalui itu,” pungkasnya. (HEL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.