SEKOLAH ALAM CETAK GENERASI MANDIRI DAN BERKARAKTER

TANGERANG,SATELITKOTA.COM – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di lingkungan yang nyaman dan menyenangkan adalah impian setiap orang. Menuntut ilmu dengan suasana tersebut mampu menciptakan konsentrasi siswa terhadap pelajaran.

Hal itulah yang menjadi landasan dasar berdirinya Sekolah Alam. Terletak di kampung Nerogtog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, sekolah alam menawarkan suasana belajar yang jauh dari tekanan.

Memiliki ruang belajar terbuka yang berkonsep rumah panggung, dikelilingi taman yang hijau dan asri, serta beberapa pohon rindang yang berdiri kokoh menambah kehangatan suasana belajar para peserta didik di Sekolah Alam. Terlebih, sekolah juga dilengkapi fasilitas belajar sesuai dengan kurikulum pendidikan yang diterapkan.

Didirikan pada 2004. Dan kala itu, sekolah alam baru hanya menyelenggarakan pendidikan jenjang Taman Kanak-kanak. Empat tahun kemudian membuka pendidikan jenjang SD yakni pada tahun 2008. Berdirinya sekolah alam didasari atas problematika pendidikan yang saat ini terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Menurut Direktur Sekolah Alam, Tik Santikasari Dewi, sebagai bentuk keprihatinan dirinya terhadap situasi di sekolah yang hingga kini masih belum mampu menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan.

“Kami melihat situasi di sekolah saat ini seperti ingin membuat siswa menjadi Einstein. Dengan tas dipundaknya terlihat berat, pelajarannya banyak, sehingga membuat anak-anak kita nampak layu sepulangnya dari sekolah,” kata Bunda Tik, sapaan akrabnya.

“Berangkat dari kegelisahan itu saya berpikir bahwa perlu ada sekolah yang bisa membuat siswa antusias pergi ke sekolah, pulang pun energinya masih kuat. Karena sekolah itu tempat dimana anak-anak mendapat banyak hal, agar mampu mengembangkan bakat dan mengenal diri,” imbuhnya, saat berbincang dengan media online Satelitkota.com, Kamis (21/3/2019).

Ia menuturkan, sekolah alam ini juga mengajarkan kebersamaan dan fokus membentuk siswa menjadi pribadi yang mandiri. Harapannya agar anak-anak terbiasa untuk selalu berusaha ketika ingin meraih sesuatu tanpa ada bantuan dari orang lain.

“Anak-anak ini kan calon pemimpin, jadi mereka harus siap untuk bertanggung jawab atas semua hal yang dilakukannya. Itulah yang coba kami tanamkan kepada siswa di sekolah alam ini,” ujarnya.

Pada tahun 2016 diketahui bahwa sekolah tersebut membuka pendidikan menengah non formal yang disebut Surau Merantau. Pendidikan Surau itu terinspirasi dari adat istiadat di Minangkabau yang mengajarkan setiap anak untuk dapat tinggal di Surau ketika beranjak dewasa. (HEL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.