USAHA TERNAK TIKUS PUTIH SANGAT MENGGIURKAN : ABAH, KEWALAHAN DI BURU WARGA TANGERANG

FOTO : Usaha ternak tikus putih.

TANGERANG,SATELITKOTA.COM – Kata sebagian masyarakat masih menganggap tikus  sebagai binatang kotor pembawa penyakit dan menjijkan. Tapi di tangan Abah Abdi Rajendra atau yang biasa dipanggil bang Bewok (52), tikus-tikus putih itu justru dibudidayakan.

Awal mulanya diajak oleh seorang teman. Ditantang dengan tiga pilihan mau ternak tikus, lintah, atau kelabang? Meski awalnya ragu untuk meerima tawaran dan memulainya bisnis tersebut, yakni takut gagal. Tapi, sekarang bisnis ternak tikus itu sudah menjadi pilihan usahanya.

“Awalnya saya takut gagal untuk memulai jenis usaha ternak tikus putih ini, butuh waktu untuk memutuskannya. Saya tantang dulu teman saya itu, kalau saya gagal tikus-tikus ini saya buang di depan rumah kamu ya,” katanya kepada wartawan berita online satelitkota.com, (1/6).

Selain sebagai peternak dia juga pengepul, kata Abah, alasan pertama kali tergiur dengan ternak tikus karena perawatan ringan, pakannya juga gampang hanya kacang ijo, roti-roti yang sudah jelek (limbah) dan pemasarannya mudah. Dia membeberkan, kandang tikus yang dibangun di pekarangan di atas lahan milik PAP, Jl. Nyimas Melati , Rt 02/02, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. Bisa menampung 300 an induk tikus dan ribuan anak tikus berbagai ukuran. Ada yang ukuran baby, medium, dan afkir. Tikus-tikus yang sangat jinak tersebut, diletakkan dalam kandang model bak-bak plastik dan bak-bak semen berukuran 30×40 cm yang ditutup dengan kawat besi.

Dalam satu minggu, menurutnya bisa 1000 ekor untuk ukuran baby. Teknik budidaya tikus tersebut, ternyata sangat mudah. Induk tikus yang terlihat hamil atau bunting, dipisahkan dari koloninya dan diletakkan dalam bak plastik. Sekitar dua minggu kemudian, induk-induk tikus akan melahirkan anak antara 8 hingga 14 ekor anak tikus sekali melahirkan.

Tikus putih hasil budidayanya biasanya dibeli kelompok akademisi yang mengambil jurusan Biologi dan Kedokteran untuk bahan penelitian. Selain itu, pembelian juga datang dari komunitas penyayang reptile di Tangerang dan sekitarnya. Untuk pasaran harga sendiri bisa dilihat dari besar kecilnya seekor tikus.

Dari gubug budidaya tikus miliknya yang dimulai sejak tahun 2009, bisa menghasilkan antara 2000 tikus siap jual dengan harga yang beragam. Untuk jenis Rat dihargai Rp. 7000 rupiah per ekor. Untuk medium Rp. 15000 rupiah per ekor. Sedangkan untuk jenis Afkir dihargai antara Rp. 20.000 sanpai Rp.25.000 rupiah per ekor.  Dari penjualan tikus ini, Abah menndapatkan hasil rata-rata sebesar 5 juta rupiah setiap bulan.

Diketahui, kendala ternak tikus yaitu pada cuaca, kalau cuaca panas atau musim kemarau antara 3 sampai 5 tikus-tikus itu mati karena tidak tahan terhadap cuaca yang panas. Maka penting sekali katanya lingkungan sekitar itu ditumbuhi dengan menanam banyak pohon, supaya sejuk dan lembab. Untuk kebersihan dan menjaga kesehatan tikus, satu minggu sekali kandang wajib dibersihkan dan diganti sekam sebagai alas kandangnya. (MED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.