DLH KOTA TANGERANG: ECO DRIVING DAN FUN RALLY 2019, UNTUK KITA, UNTUK KESELAMATAN BERSAMA

TANGERANG,SATELITKOTA.COM– Dinas Lingkungan Hidup, Kota Tangerang, kembali mengadakan Eco-Driving dan Fun Rally 2019. Menurut Hery Taviyudien, Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL). Eco Driving adalah acara rutin yang dilaksanakan setiap tahun dan dimulai sejak tahun 2017, sudah kali ketiga.

“Acara ini dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran tidak hanya berkendaraan di jalan raya kepada para pengguna jalan raya, akan tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran bagaimana berkendaraan yang ramah lingkungan,” ujarnya kepada wartawan berita online satelitkota.com, (25/8).

Ditempat yang sama, Heru Sugiarto, salah satu Juri Eco-driving dan Fun Rally 2019 mengatakan, Ramah lingkungan dalam hal ini dapat diartikan, sesuai dengan tag line kegiatan ini adalah “untuk udara kita, untuk keselamatan kita bersama,” yaitu konsumsi bahan bakar yang rendah untuk mengurangi emisi kendaraan.

Kegiatan ini katanya, spesifik pencemaran udara areal perkotaan dalam hal ini di Kota Tangerang. Pencemaran udara sudah jelas. Dari pemda sendiri sudah jelas melakukan monitoring, pemantauan, melakukan penghitungan.

Menurutnya kontribusi pencemaran udara dari sumber kendaraan bermotor  itu adalah yang paling besar 60 hingga 70 persen.  “Kita tahu sendiri jumlah kendaraan bermotor semakin bertambah. Otomatis jumlah pemakaian jumlah bahan bakar juga bertambah. Pasti jumlah pencemaran udara terus juga bertambah,” katanya.

Pasalnya, bertambahnya akan seiring sejalan atau sebanding dengan berapa persen pertambahan jumlah kendaraan bermotor. Dengan demikian masyarakat juga harus mengerti dan sadar. Bahwa, satu liter bahan bakar, dibakar akan menghasilkan pencemaran co2 sebanyak 2,3 kg.

“Tidak kelihatan ya? Tapi itu akan mengakibatkan pencemaran udara.  Pemanasan global, perubahan iklim. Belum emisi-emisi yang lain seperti; gas karbon dioksida (CO2), nitrogen oksida (NOx), karbon monoksida (CO), volatile hydro carbon (VHC), Partikulat, SOx, PM10, PM 2,5 dan partikel lain yang berdampak negatif pada manusia ataupun lingkungan bila melebihi ambang konsentrasi tertentu,” katanya.

Ia mengajak bagi yang memiliki kendaraan bermotor mulai berkontribusi. Bentuk kontribusinya yakni, dengan melakukan perawatan rutin, service secara rutin. Jangan lupa gunakan bahan bakar sesuai dengan karakter mesin kendaraan.

Spesifikasi kendaraan misalnya Euro 2 (1996), Euro 3 (2000), Euro 4 (2005), Euro 5 (2009), dan Euro 6 (2014). Euro 2 pertamax bensin, kalau untuk yang solar kalau dia menggunakan standar Euro 3 mau tidak mau pertamax dex, apa lagi nanti sudah Euro 4, maka nanti harus menggunakan pertamax turbo.

Dengan cara seperti itu kendaraan akan dipergunakan secara efisien. Dan tentunya ketika pembakaran bagus sesuai dengan karakter kendaraan. Emisinya juga akan rendah sesuai dengan keinginan pemerintah, paparnya.

“Dulu euro 2 sekarang euro 4 pengennya adalah emisinya turun. Supaya emisinya turun teknologinya ditingkatkan. Bahan bakarnya juga ditingkatkan kualitasnya, nah ini harus sesuai. Tapi kalau masyarakatnya sudah pakai euro 4 tapi bahan bakarnya masih euro 2 tentu ini penurunan emisinya tidak signifikan tentunya. Pembakaran mesin tidak efisien,” tegasnya.

Kemudian soal kebiasaan-kebiasan. Kebiasaan mengemudi, ini penyumbang emisi kendaraan bermotor. Artinya mengemudikan yang salah tidak sesuai dengan karakter mesin katanya, itu akan memboroskan bahan bakar dan sekaligus membuat semakin banyak emisi.

“Ya otomatis pencemaran udaranya semakin parah. Nah, makanya pengemudi pemilik kendaraan bermotor harus mulai belajar bagaimana cara mengemudi yang baik. Sesuai dengan masing-masing karakter kendaraan yang dipakai,” lanjutnya.

Menurutnya lagi, kalau kita misalnya pakai kendaraan yang bensin. Kemudian kita banyak nge gas-gas. Memindahkan gigi menunggu harus 3000 rpm baru pindahkan gigi, tidak perlu. Kita bisa percepat 2000 rpm sudah bisa pindah, agar apa? Tenaga mesin mampu. Dan itu namanya sesuai dengan karakter kendaraan.

Jadi mengendarai kendaraan jangan sesuai keinginannya apa? Tapi mesin maunya dijalankan seperti apa, paparnya.

Dedi Suhada, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kota Tangerang menuturkan, tujuan dari kegiatan Eco Driving bertujuan untuk mendorong peningkatan kualitas udara perkotaan dari pencemaran udara yang bersumber dari kendaraan bermotor melalui penerapan transportasi berkelanjutan, di samping juga menjawab tantangan upaya-upaya inovatif untuk program penurunan konsumsi bahan bakar minyak sekaligus mengurangi emisi.

“Program kegiatan ini harus sampai kepada masyarakat tentang bagaiman penggunaan bahan bakar yang benar. Bagaimanan juga mengendarai kendaraan yang bener. Ketika ini semua berjalan dengan baik tentu, peningkatan kualitas lingkungan. Pengendalian pencemaran polusi udara serta menciptakan kualitas lingkungan yang sehat,” pungkasnya.

Diketahui, kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta dari komunitas otomotif dan juga masyarakat umum lainnya. Dengan jarak rute 28 km, yang melewati mulai dari star rute Jl. LP Pemuda, TMP Taruna, Veteran, Jenderal Sudirman, MH. Thamrin, Via Tol, Green Lake, Gondrong, KH. Hasyim Ashari, finis di Jl. Jenderal Sudirman lagi. Dibagi tiga katagori di bawah 1990 cc, di atas 1490, mesin disel solar. (MED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.