KEGIATAN FESTIVAL BUDAYA NUSANTARA III DINAS PARIWISATA KOTA TANGERANG MENUAI KRITIK

TANGERANG,SATELITKOTA.COM –Penggiat anti korupsi Herry Lipkor menilai, Pagelaran  Festival Budaya III yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang dinilai tidak transparan.

Menurutnya, Festival Budaya ini tidak banyak manfaatnya bagi masyarakat Kota Tangerang karena sudah ada acara serupa sebelumnya yang diadakan oleh Pemkot Tangerang dengan judul Festival Cisadane yang jarak waktunya masih beberapa bulan  lalu.

“Ini pemborosan anggaran dan yang aneh mengapa kegiatan ini tidak tercantum di SIRUP LKPP sebagai acuan RKA (Rencana Kerja Anggaran)  malahan yang ada justru beberapa item  kegiatan proyek PL (Penunjukan Langsung)  yang pekerjaannya sama persis dalam kegiatan Festival Budaya III ini yang kalau dijumlahkan nilainya mencapai lebih dari 1 Milyar,” bebernya dalam keterangan tertulisnya, (8/12/2019) malam.

Salah satunya ada honor MC/pembawa acara sebesar 50 juta rupiah,belanja kesenian musik tradisional 74 juta dan 174 juta, belanja sewa panggung dan dekorasi 109 juta dinilai tak jelas dan hanya menghamburkan uang rakyat saja,kata Herry.

“Yang lebih aneh lagi mengapa kegiatan Pemkot bisa diselipi oleh pelantikan ormas Bamuskot, apa prestasinya ormas tersebut sehinga begitu istimewanya sampai pelantikan saja harus terjadwal di Festival Budaya ini,” katanya.

“Jadi ini harus dipikirkan jangan sampai kegiatan tersebut mengoyak dan menciderai rasa keadilan, dengan dinilai menghamburkan uang rakyat,” tambahnya lagi.

Agar penggunaan anggaran efektif dan tidak menjadi preseden buruk kedepan soal transparansi, Hery menyarankan agar aparat penegak hukum menyelidiki dan mengusut apakah anggaran tersebut tepat sasaran bahkan ada dugaan penyimpangan atau tidak.

Sementara itu ketika ditanya via WhatsApp oleh awak media Rina Kepala Dinas Pariwisata berkilah bahwa penyelenggaraan Festival Budaya III tidak menganggarkan sedikitpun biaya untuk pelantikan ormas yang ada dirundown acara itu tidak pakai APBD.

“Silahkan datang kelokasi nanti saya akan pertemukan dengan ketua ormas tersebut untuk klarifikasi,” kata Rina.

Namun, hingga berita ini diturunkan, wartawan belum mendapatkan jawaban konfirmasi secara lengkap. (HADI S./RIL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.