Oktober 20, 2020

informasi sekitar kita

KISAH: DIUSIR TAKUT DICULIK DAN HIRO BERBAGI BUKU

TANGERANG,SATELITKOTA.COM – Gabungan Warga Perantau yang berada di Kota Tangerang, melakukan aksi simpatik nan mulia  dalam bentuk pemberian donasi buku dan aneka alat tulis bagi para siswa-siswi di SDK Lempa  dan SDN Golo Rie, Desa Gurung, Kecamatan Welak, Nusa Tenggara Timur, belum lama ini.

“Memang baru beberapa bulan  ini kami lakukan aksi sosial membantu anak-anak yang kesulitan mendapatkan buku bacaan, yakni dengan memberikan bantuan atau donasi bantuan dalam bentuk ratusan pak buku tulis, alat tulis kepada siswa-siswi di SDN Golo Rie dan SDK Lempa, Kecamatan Welak, Nusa Tenggara Timur.  Kami bantu berupa buku tulis, dan juga aneka alat tulis,” jelas Hironimus Harapan, ketua aksi peduli pendidikan,” ujarnya kepada Satelitkota.com.

Lebih lanjut Hironimus menuturkan, kegiatan seperti ini direncanakan masih akan berkelanjutan dan ditingkatkan kuantitas juga kualitasnya di kemudian hari. “Kami berharap kedepannya masih akan bisa kami lanjutkan dan tingkatkan kegiatan simpatik seperti ini. Juga masih ada pihak-pihak lain yang peduli, dan kami pun siap untuk menyalurkannya,” imbuhnya.

Perjuangan menyebar kebaikan ini tak hanya dilakoni Hiro, ditempat yang berbeda aksi serupa lainnya juga dilakukan Husnawi, dosen seni rupa juga seniman yang kerap kali memberikan pembelajaran seni lukis secara keliling dari desa ke desa. Selain memberikan materi melukis Husnawi juga membagikan alat tulis dan buku gambar kepada anak-anak desa yang mengikuti kegiatan melukis di desanya.

Sudah tujuh tahun program ‘Melukis Gratis dari Desa ke Desa ‘ berjalan. Selama itu pula, Husnawi meneguhkan niat demi keberhasilan program yang ia buat. Bukan tanpa rintangan, program tersebut dijalankan. “Beberapa kali saya pernah ditolak oleh masyarakat, saya kurang paham, mungkin karna mereka belum tahu tujuannya saja mungkin. Selain itu si orang tua takut anaknya diculik” ujar Husnawi kepada wartawan Satelitkota.com, (15/8).

Meski banyak kesulitan menghadang, langkahnya  tetap ringan. Husnawi tak kata menyerah karena dirinya merasa berkewajiban mendidik masyarakat sebagaimana tanggung jawab moral sebagai seniman. “Saya ingin anak negeri ini tumbuh dewasa menyongsong masa depan mereka dengan bekal kreatifitas yang nantinya akan sangat dibutuhkan dalam persaingan dalam masyarakat secara luas. Apakah nanti mereka menjadi pelukis atau bukan itu hal lain,” ujar Husnawi ditemani vespa klasik miliknya yang selalu digunakan berkeliling dari Jabodetabek, Bandung, sampai ke Sulawesi Tengah.

Namun, diketahui selama masa pandemi ini seluruh aktivitasnya berhenti, semula sudah merencanakan akan mengadakan kegiatan seperti  peringatan HUT RI ke 75, terpaksa dibatalkan demi menjaga hal-hal yang tidak kita inginkan. Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang, Turidi Susanto sangat mengapresiasi atas apa yang sudah dilakukan oleh Husnawi dan Hironimus. “Saya sangat mengapresiasi atas apa yang sudah mereka lakukan adalah kegiatan yang sangat bagus,” tegasnya melalui pesan whatsapp. (MED).