JEJAK KATA, Cilegon — Kapal motor penumpang (KMP) Batu Mandi terbakar di perairan Selat Sunda, sekitar 700 meter dari Dermaga 6 ASDP Merak, Kota Cilegon, Banten, Selasa (20/10/2026) sore. Kapal yang berlayar dari Bakauheni menuju Merak itu mengangkut 420 penumpang dan 89 unit kendaraan.
Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, tim gabungan masih melakukan evakuasi setelah kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.
“Saat ini, proses evakuasi masih berlangsung. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Banten tengah melakukan upaya evakuasi di lokasi kejadian,” ujar Maruli.
Kapolda Banten Irjen Pol Hendra Kurniawan menjelaskan, KMP Batu Mandi bertolak dari Bakauheni pada pukul 14.52 WIB. Berdasarkan manifes, kapal tersebut membawa 393 penumpang yang berada di dalam kendaraan dan 27 penumpang pejalan kaki.
Headline Surabaya dan Seni Sarapan: Dari Soto Berkuah Kuning hingga Kopi Tarik 24 Jam
Headline Berburu Sarapan Kaki Lima di CitraRaya: Nasi Uduk hingga Soto Kwali
Headline Polisi Sisir Lokasi Dugaan Penimbunan Solar Subsidi di Jayanti
Liputan Jelang Musim Hujan, Astra Tol Tamer Benahi Drainase di Empat Zona
“Hingga saat ini, jumlah korban maupun penyebab kebakaran masih dalam proses pendataan dan penyelidikan lebih lanjut,” kata Maruli.
Penumpang Diperiksa di Fasilitas Kesehatan
Setelah dievakuasi, para penumpang mendapatkan penanganan dan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Merak serta Rumah Sakit Krakatau Medika. Mereka kemudian ditampung di Dermaga 6 Eksekutif ASDP Merak untuk pendataan lebih lanjut.
ASDP juga menyediakan transportasi bagi penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan menuju Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Selain penanganan kesehatan dan transportasi, Polda Banten menyediakan layanan penerbitan surat keterangan kehilangan bagi penumpang yang kehilangan dokumen penting akibat kebakaran tersebut.
Layanan ini diharapkan membantu penumpang mengurus kembali dokumen yang hilang.
Polda Banten mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat diminta mengikuti perkembangan kejadian melalui keterangan resmi pihak berwenang.
Hingga keterangan tersebut disampaikan, penyebab kebakaran dan jumlah korban belum dipastikan. Penyelidikan serta pendataan masih dilakukan oleh petugas di lapangan. (*





Komentar