KULINER — Di tengah deretan perumahan modern CitraRaya Tangerang, sebuah rumah joglo menawarkan suasana yang berbeda. Tak ada pendingin udara yang menderu atau interior serba mengilap. Yang menyambut pengunjung justru furnitur kayu lawas, ruang makan terbuka, dan aroma masakan rumahan yang akrab di ingatan.
Namanya Pawon Mbah Sastro. Rumah makan ini mengusung konsep kuliner Jawa bergaya ndeso, menghadirkan pengalaman bersantap yang mengingatkan pada dapur keluarga di kampung halaman.
Bangunan joglo menjadi pusat perhatian. Area makan semi-outdoor dilengkapi kipas angin, sementara perabot tradisional memperkuat suasana Jawa. Sejenak, hiruk-pikuk kawasan hunian modern terasa menjauh.
Daya tarik Pawon Mbah Sastro bukan semata bangunannya. Pengunjung juga diajak menikmati cara bersantap yang sederhana: memilih sendiri makanan melalui sistem prasmanan.
Nasi, sayuran, dan aneka lauk tersaji berjajar. Pengunjung tinggal mengambil sesuai selera, lalu membawa piring ke kasir untuk dihitung. Tak perlu menunggu pesanan satu per satu. Pilih lauk, duduk, dan menikmati makanan selagi hangat.
Headline Wabup Tangerang Apresiasi Drag Bike Piala Bupati 2026, Dorong Jadi Agenda Tahunan
Headline Tari Gedruk: Tarian Rakyat dari Magelang dan Amarah Alam yang Kian Terdesak
Headline 279 Temuan 279 Migas Belum Dikembangkan, Investasi US$ 16 Miliar Dibidik
Headline Ribuan Pesilat Cilik Ramaikan SBCC Kids ke-2, Rebutkan Piala Wali Kota Tangerang
Di antara beragam pilihan, telur kriwil alias telur crispy menjadi salah satu menu yang banyak dicari. Teksturnya renyah dengan cita rasa gurih, cocok dipadukan dengan nasi hangat dan sayuran rumahan.
Pilihan lauk lainnya cukup beragam. Ada garang asem dengan karakter rasa segar, mangut, ikan goreng, sate-satean, kikil, bihun, hingga ayam bakar. Bagi pengunjung yang menginginkan hidangan lebih mengenyangkan, tersedia pula iga bakar dan sop buntut.
Tempe mendoan dan pisang goreng uli bisa menjadi teman bersantai setelah menyantap makanan utama. Sementara itu, susu jahe dan aneka wedang hangat menawarkan pilihan minuman yang lekat dengan tradisi kuliner rumahan Jawa.
Ragam menu tersebut membuat pengunjung memiliki keleluasaan untuk meracik santapannya sendiri. Sepiring nasi dengan telur kriwil dan sayuran bisa menjadi pilihan sederhana. Pengunjung lain dapat mengambil beberapa lauk sekaligus untuk dinikmati bersama keluarga.
Di sini, pengalaman makan tidak berhenti pada urusan rasa. Suasana joglo dan perabot kayu menghadirkan bagian lain dari pengalaman bersantap: menikmati makanan tanpa banyak formalitas, dalam ruang yang terasa akrab.
Bagi keluarga yang membawa anak, tersedia area bermain, lahan parkir, serta musala. Fasilitas ini membuat Pawon Mbah Sastro dapat menjadi pilihan untuk makan bersama keluarga maupun berkumpul dengan kerabat.
Namun, mencari tempat ini membutuhkan sedikit usaha. Lokasinya berada agak masuk ke dalam kawasan CitraRaya, dengan akses melalui rute Bundaran Kelima CitraRaya. Pengunjung perlu memperhatikan kondisi jalan, terutama ketika hujan karena jalan tanah menuju lokasi dapat menjadi becek.
Waktu kunjungan juga patut dipertimbangkan. Pada akhir pekan, terutama menjelang dan saat makan siang, pengunjung biasanya memadati tempat ini. Datang lebih awal dapat menjadi pilihan bagi mereka yang ingin menikmati suasana dengan lebih leluasa.
Pawon Mbah Sastro buka setiap hari pukul 08.00–18.00 WIB.
Di tengah CitraRaya yang terus berkembang dengan wajah modern, Pawon Mbah Sastro menawarkan pengalaman yang berbeda. Bukan kemewahan restoran atau sajian yang dibuat rumit, melainkan masakan rumahan, suasana joglo, dan kebebasan memilih lauk sesuai selera.
Kadang-kadang, pengalaman kuliner yang dicari orang memang sesederhana itu: sepiring nasi hangat, lauk favorit, dan suasana yang membuat waktu makan terasa seperti pulang ke rumah.





Komentar