BREAKING NEWS

Home / Headline / Liputan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Investasi Pariwisata Tumbuh, Pemerintah Soroti Hambatan KEK

KEK Mandalika | Foto: Dok. kek.id

KEK Mandalika | Foto: Dok. kek.id

SATELIT KOTA, Jakarta — Pemerintah mendorong percepatan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata untuk meningkatkan investasi, menarik wisatawan mancanegara, dan memperluas lapangan kerja. Namun, konektivitas penerbangan internasional, pemerataan investasi, dan kesiapan tenaga kerja masih menjadi tantangan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, KEK merupakan salah satu instrumen strategis untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen. Karena itu, pemerintah berupaya memastikan investasi di kawasan tersebut menghasilkan aktivitas ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

“Di tengah persaingan global yang semakin berat, kawasan ekonomi adalah instrumen strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen,” kata Airlangga dalam rapat koordinasi tingkat menteri mengenai optimalisasi KEK di Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2026 malam.

Airlangga menyebut Indonesia memiliki 25 KEK, termasuk enam kawasan yang berfokus pada pariwisata. Secara kumulatif, realisasi investasi di seluruh KEK mencapai Rp 382,1 triliun sejak pembentukan kawasan. Investasi tersebut diklaim menyerap 302.000 tenaga kerja dan melibatkan 509 badan usaha.

Sepanjang Januari-September 2026, investasi di seluruh KEK mencapai Rp 46 triliun dengan tambahan penyerapan 53.000 tenaga kerja.

Di sektor pariwisata, pemerintah menargetkan kunjungan 16 juta hingga 17,6 juta wisatawan mancanegara pada 2026, dengan potensi devisa sekitar 24 miliar dollar AS. Airlangga menilai sejumlah kawasan, termasuk Lido dan destinasi pariwisata lainnya, masih perlu dioptimalkan.

Pemerintah memproyeksikan KEK Mandalika dapat menarik 1,6 juta wisatawan dengan nilai ekonomi Rp 8,6 triliun. Sementara itu, KEK Tanjung Lesung ditargetkan mendatangkan 1,5 juta wisatawan dengan nilai ekonomi Rp 3 triliun.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan investasi sektor pariwisata menunjukkan tren peningkatan. Pada 2025, realisasinya mencapai Rp 73,6 triliun, tumbuh 56,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun pada semester I 2026, investasi tercatat Rp 39,68 triliun, meningkat 16,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Meski demikian, lebih dari separuh investasi pariwisata masih terkonsentrasi di kawasan Jakarta Raya dan Bali. Pemerintah menilai pemerataan investasi diperlukan agar manfaat ekonomi pariwisata menjangkau lebih banyak daerah.

“Kami menyadari adanya tantangan dalam pembangunan KEK, mulai dari keterbatasan konektivitas penerbangan internasional, dukungan lintas kementerian yang belum optimal, hingga terbatasnya event berskala internasional,” ujar Widiyanti.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Kementerian Pariwisata bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengupayakan skema insentif bagi maskapai yang membuka rute penerbangan baru. Pemerintah juga berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur prioritas di destinasi wisata.

Promosi investasi diarahkan ke sejumlah pasar internasional, antara lain Monako, Abu Dhabi, Osaka, Seoul, dan Beijing. Pengelola KEK juga didorong menyiapkan proyek potensial yang dapat ditawarkan kepada investor.

Selain investasi fisik, pemerintah mengandalkan kegiatan pariwisata untuk menggerakkan ekonomi lokal. Hingga September 2026, Kementerian Pariwisata telah mendukung 160 dari 209 kegiatan yang direncanakan. Kegiatan tersebut menarik lebih dari 11,7 juta pengunjung, melibatkan 120.000 tenaga kerja dan 20.000 UMKM, serta menghasilkan estimasi perputaran ekonomi Rp 22,14 triliun.

Pemerintah juga menyoroti kebutuhan tenaga kerja terampil dan risiko kerusakan lingkungan akibat pembangunan berskala besar. Widiyanti mendorong pengelola KEK memprioritaskan tenaga kerja lokal serta meningkatkan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi.

Kementerian Pariwisata memiliki enam politeknik pariwisata yang pada 2025 menghasilkan lebih dari 2.900 lulusan siap kerja.

Pemerintah berharap pengembangan KEK tidak hanya berorientasi pada peningkatan investasi. Pemerataan manfaat ekonomi, kualitas layanan, perlindungan lingkungan, dan keterlibatan masyarakat lokal menjadi bagian penting untuk memastikan kawasan tersebut berkontribusi terhadap perekonomian daerah. (*

Ditulis oleh Redaksi

Belum ada informasi tentang penulis ini.

Lihat Semua Artikel

Share :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Baca Juga

Headline

Wabup Tangerang Apresiasi Drag Bike Piala Bupati 2026, Dorong Jadi Agenda Tahunan

Headline

Primitiva Yulandari Ingin Seragam Eco Print Jadi Identitas Fesyen Tangerang

Headline

Menu Rumahan di CitraRaya yang Bikin Kangen Ndeso: Buntil, Olahan Pare dan Cumi

Headline

Pemkot Tangerang Libatkan OPD untuk Kejar Juara Umum PORPROV Banten 2026