SATELIT KOTA, Kota Tangerang — Pemerintah Kota Tangerang mulai membangun trotoar di sepanjang Jalan Kiasnawi, Kecamatan Tangerang. Penataan jalur pedestrian yang menghubungkan Pasar Anyar dan Stasiun Tangerang ini ditargetkan berlangsung hingga pertengahan Desember 2026.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, mengatakan pembangunan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, pekerjaan dimulai dari sisi kanan jalan ke arah Stasiun Tangerang, dengan target penanganan sepanjang 280 meter.
“Pembangunan trotoarnya saat ini sudah mulai dilaksanakan. Tahapan awal sudah mulai berjalan dari sisi kanan arah Pasar Anyar ke Stasiun Tangerang dengan target total pada tahapan ini nanti mencapai 280 meter,” ujar Taufik, Selasa (20/10/2026).
Headline KMP Batu Mandi Terbakar di Perairan Merak, 420 Penumpang Dievakuasi
Headline Anggota Polisi Tewas Ditembak di Markas, Keluarga Temukan Luka Lain
Liputan Jelang Musim Hujan, Astra Tol Tamer Benahi Drainase di Empat Zona
Esai Razia Miras dan Narkoba: Jangan Sampai Seragam Menjadi Tempat Persembunyian
Menurut Taufik, pekerjaan diawali dengan pembongkaran trotoar lama menggunakan alat berat. Pembangunan juga memasuki tahap persiapan pemasangan saluran beton berbentuk U (u-ditch) untuk mendukung jaringan utilitas dan pembenahan drainase.
Penataan tersebut direncanakan mencakup pelebaran trotoar hingga 3,5 meter di kedua sisi Jalan Kiasnawi. Pelaksanaannya dilakukan bertahap sesuai perencanaan, dengan harapan pekerjaan selesai sesuai target.
“Kami berharap bisa berjalan lancar sehingga fasilitas pedestrian ini bisa dinikmati masyarakat, khususnya para pejalan kaki yang beraktivitas di kawasan tersebut,” kata Taufik.
Pembangunan trotoar ini menjadi bagian awal dari rencana penataan kawasan Jalan Kiasnawi sebagai ruang publik yang lebih ramah bagi pejalan kaki. Lokasinya yang menghubungkan Pasar Anyar dengan Stasiun Tangerang membuat kawasan tersebut menjadi salah satu jalur aktivitas masyarakat.
Pemkot Tangerang berharap penataan ini dapat meningkatkan kenyamanan pejalan kaki sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan perkotaan. Namun, keberhasilan pembangunan nantinya juga bergantung pada kesinambungan jalur pedestrian, kondisi permukaan trotoar, akses bagi penyandang disabilitas, serta pengelolaan drainase dan utilitas di kawasan tersebut. (*





Komentar