SATELIT KOTA, Kota Tangerang — Ribuan pesilat muda mengikuti Silat Benteng Cisadane Championship (SBCC) Kids II Tingkat Nasional di BaleKota Mall, Kota Tangerang. Namun, bagi Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan, keberhasilan dalam kejuaraan pencak silat tidak semata-mata diukur dari jumlah medali yang dibawa pulang.
Pesan itu disampaikan Maryono saat menutup SBCC Kids II pada Minggu (18/10/2026). Ia mengingatkan para peserta bahwa kejuaraan juga menjadi ruang belajar untuk membentuk kedisiplinan, sportivitas, dan karakter.
Menurut Maryono, gelar juara hanya salah satu hasil dari sebuah kompetisi. Pengalaman bertanding dan nilai-nilai yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari justru menjadi bekal penting bagi para pesilat ketika beranjak dewasa.
“Teruslah berlatih, anak-anakku sekalian! Kemenangan sejatinya bukan sekadar menjadi juara satu, dua, atau tiga. Itu hanya urutan penilaian,” kata Maryono.
Ia berharap para peserta membawa pulang pengetahuan, kedisiplinan, dan semangat perjuangan yang diperoleh selama mengikuti kejuaraan.
“Namun, jika kalian pulang dari sini membawa bekal keilmuan, kedisiplinan, serta nilai-nilai perjuangan yang dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari hingga dewasa kelak, itulah kemenangan yang sesungguhnya,” ujarnya.
Soft News Dari Lalat Amerika ke CitraRaya: Ketika Maggot Bekerja Mengunyah Sampah
Headline Wabup Tangerang Apresiasi Drag Bike Piala Bupati 2026, Dorong Jadi Agenda Tahunan
Wisata dan Kuliner Warung Jati, Pecak Tangerang yang Bikin Makan Siang Ketagihan
Headline Pasar Kaget City Market CitraRaya: Ketika Belanja Minggu Pagi Menjadi Rekreasi
Pembinaan Atlet Dimulai Sejak Dini
Maryono mengatakan pembinaan pencak silat membutuhkan kerja sama berkelanjutan antara Pemerintah Kota Tangerang, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), perguruan pencak silat, institusi pendidikan, orang tua, dan masyarakat.
Menurut dia, pencak silat tidak hanya berfungsi sebagai sarana mencetak atlet berprestasi. Olahraga bela diri tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya bangsa dan membangun karakter generasi muda.
Karena itu, ia berharap kejuaraan seperti SBCC Kids dapat diselenggarakan secara rutin untuk mendukung regenerasi atlet pencak silat di Indonesia.
Maryono juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, pelatih, orang tua, dewan juri, dan seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan kompetisi tersebut.
Selain mendorong pembinaan atlet, ia menilai kejuaraan berskala nasional berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi daerah serta mempererat hubungan antarpeserta dari berbagai wilayah.
“Semoga pembinaan ini terus menghasilkan generasi-generasi yang tangguh untuk Indonesia Emas 2045, yang dapat dibanggakan oleh orang tua, bangsa, dan negara,” kata Maryono.
Diikuti 2.029 Atlet dari 15 Provinsi
SBCC Kids II Tingkat Nasional sebelumnya dibuka oleh Wali Kota Tangerang. Kejuaraan yang berlangsung sejak Jumat tersebut diikuti 2.029 atlet dari 130 kontingen yang mewakili 15 provinsi di Indonesia.
Panitia juga melibatkan empat wasit atau juri internasional dalam pelaksanaan pertandingan. Untuk mendukung perlindungan peserta, seluruh atlet didaftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
Berdasarkan laporan panitia, empat atlet mengalami cedera selama kejuaraan. Mereka telah mendapatkan penanganan melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan.
Penyelenggaraan SBCC Kids II diharapkan dapat memperluas kesempatan bertanding bagi pesilat usia dini sekaligus memperkuat pembinaan atlet di tingkat daerah dan nasional.
Bagi para peserta, kejuaraan tersebut menjadi kesempatan menguji kemampuan di arena pertandingan. Namun, seperti pesan Maryono, hasil kompetisi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Kedisiplinan, sportivitas, dan kemampuan menghargai lawan juga menjadi bagian penting dari perjalanan seorang atlet. (*





Komentar