BREAKING NEWS

Home / Headline / Liputan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Pasar Kaget City Market CitraRaya: Ketika Belanja Minggu Pagi Menjadi Rekreasi

SATELIT KOTA, Tangerang — Uap jagung kukus membumbung dari panci-panci besar. Aroma ubi rebus bercampur dengan wangi aneka jajanan yang menguar di udara pagi. Di antara deretan ruko City Market CitraRaya, Kabupaten Tangerang, warga mulai memadati lapak-lapak yang hanya buka setiap Minggu pagi.

Pasar kaget ini menawarkan sesuatu yang tak selalu ditemukan di pusat perbelanjaan modern: suasana santai, harga yang beragam, dan kesempatan bertemu banyak orang tanpa harus merencanakan janji temu.

Minggu, 18 Oktober 2026, lapak-lapak berjejer mengikuti deretan ruko. Pengunjung leluasa menyusuri area dagang, sementara lalu lintas di sekitarnya tetap bergerak. Keramaian tidak serta-merta membuat suasana terasa semrawut. Di sini, pasar kaki lima tampil berdampingan dengan lingkungan perkotaan yang tumbuh bersama kawasan hunian modern.

Anak-anak berlarian di antara lapak. Sebagian berhenti untuk melihat burung emprit berwarna-warni dalam sangkar. Orang tua memilih peralatan rumah tangga, sedangkan anak-anak muda berburu busana yang sedang tren di media sosial.

Barang yang dijajakan pun beragam. Ada pakaian untuk perempuan, laki-laki, dan anak-anak, peralatan rumah tangga, hingga aneka makanan siap santap. Arumanis mengingatkan orang pada jajanan masa kecil, sementara sosis bakar, dimsum, dan kuliner kekinian menggoda pengunjung yang datang dengan perut kosong.

Di sudut lain, ikan marinasi ditawarkan sebagai pilihan lauk praktis untuk dibawa pulang. Pasar ini seperti etalase kecil selera masyarakat: kebutuhan sehari-hari bertemu dengan barang-barang yang sedang populer.

Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan, sejumlah lapak juga menawarkan pakaian dan atribut bernuansa merah putih. Celana bermotif gajah yang populer sebagai fesyen khas Thailand turut menarik perhatian. Motifnya mencolok, mudah dikenali, dan cukup mengundang rasa ingin tahu untuk membuat orang berhenti sejenak.

Pasar rupanya punya cara sendiri mengikuti perubahan zaman. Tren yang ramai di media sosial dapat berpindah ke lapak-lapak sederhana, berdampingan dengan barang kebutuhan rumah tangga yang sejak dulu menjadi dagangan pasar.

Namun, salah satu daya tarik City Market CitraRaya tetap berasal dari makanan yang mengepul sejak pagi.

Seusai berolahraga mengelilingi kawasan CitraRaya, sejumlah warga mampir untuk mencari sarapan. Jagung manis, ubi, talas, kacang-kacangan, hingga telur rebus tersusun di lapak-lapak pedagang. Pilihannya sederhana, tetapi akrab di lidah.

Sarapan tidak harus berakhir di kafe atau restoran. Makanan kukus yang mudah dijumpai di pasar justru menawarkan pengalaman berbeda: menyantap kudapan hangat sambil menikmati keramaian pagi.

Di antara pembeli, sesekali terdengar gurauan tentang hubungan olahraga dan makanan.

“Jogging satu putaran, kalori balik lagi di lapak sebelah,” ujar Putri, salah seorang pengunjung City Market CitraRaya, Tangerang.

Tawa pun pecah. Barangkali, di situlah letak kesenangan pasar Minggu pagi. Olahraga menjadi pembuka, sedangkan berburu makanan menjadi penutup yang sulit ditolak.

Pengunjung datang dari berbagai kelompok usia. Ada keluarga muda yang mengajak anak-anak berjalan-jalan, pekerja yang memanfaatkan hari libur, lansia yang menikmati udara pagi, hingga komunitas olahraga yang mampir sebelum pulang. Bagi sebagian orang, berbelanja hanyalah satu bagian dari kunjungan. Sisanya diisi dengan berjalan kaki, berbincang, atau sekadar melihat-lihat barang dagangan.

Pasar seperti ini juga mempertemukan orang-orang yang mungkin tidak saling mengenal. Percakapan singkat antara pembeli dan pedagang, tawar-menawar harga, serta rekomendasi jajanan dari satu pengunjung kepada pengunjung lain menjadi bagian dari pengalaman yang sulit digantikan oleh transaksi daring.

Belanja online memang menawarkan kemudahan. Pusat perbelanjaan modern menyediakan kenyamanan dan pilihan produk dalam satu tempat. Namun, pasar kaget memiliki keunggulan yang berbeda: interaksi langsung dan pengalaman menemukan barang secara spontan.

Tentu, keramaian saja tidak cukup untuk menjadikan pasar nyaman. Kebersihan, pengelolaan sampah, ketertiban lapak, serta akses pejalan kaki dan kendaraan tetap perlu dijaga. Kenyamanan pasar juga bergantung pada kemampuan pengelola dan pedagang menyeimbangkan kegiatan ekonomi dengan kepentingan pengguna ruang di sekitarnya.

City Market CitraRaya memperlihatkan bagaimana pasar rakyat dapat menjadi bagian dari kehidupan kawasan metropolitan. Di antara ruko dan permukiman modern, aktivitas ekonomi berlangsung dalam suasana yang lebih cair, tanpa harus kehilangan kedekatannya dengan keseharian warga.

Pada akhirnya, orang mungkin datang untuk membeli pakaian, mencari sarapan, atau membawa pulang bahan makanan. Namun, pengalaman yang diperoleh tidak berhenti di kantong belanja.

Ada kesempatan menikmati pagi, berbincang tanpa terburu-buru, dan menemukan kembali suasana pasar yang akrab. Di tengah kota yang terus bergerak, pasar kaget memberi alasan bagi warga untuk sesekali memperlambat langkah. Setidaknya, sampai Minggu pagi berikutnya. (*

Ditulis oleh Redaksi

Belum ada informasi tentang penulis ini.

Lihat Semua Artikel

Share :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Baca Juga

Headline

Pondok Mancing Cukanggalih, Tempat Melepas Penat di Curug Tangerang

Headline

Merawat Tradisi, Menjaga Warisan: Kiprah Jathilan di Kota Seribu Industri

Headline

Di Studio Kandang Jaran, Dwi Samuji Membiarkan Kuda Berlari di Atas Kanvas

Headline

Staycation di Tangerang, dari Nonton Film hingga Menginap Bertema Halloween